 |
We are... what we are.

name Ame
likes sleeping, books, Mother, anime-manga, earth's smell after the rain, nice guys, cats, moonlight and starry sky, sunshine and clear sky
name Yuki
likes sleeping, books, blushing, cafeeh, day-dreaming, scenery, anime-manga, good movies, poems, sufism
|
 |
|
|
Sunday, January 21, 2007
Sejarah dikendalikan oleh manusia, tetapi manusia tidak bebas membuatnya, mereka terpengaruh oleh waktu dan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka -Carl Marx
Cogito Ergo Sum (Aku Berpikir Maka Aku Ada) Sum Ergo Cogito (Aku Ada Karena Aku Berpikir) Sum Ergo Opto (Aku Ada karena Aku Memilih) Opto Ergo Sum (Aku Memllih Maka Aku Ada)
Hidup tidak pernah lepas dari pilihan-pilihan, terkadang pilihan tersebut penuh resiko, tantangan, dan ketidakpastian dan yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Tidak ada satupun yang luput dari pilihan, bahkan tanpa kita sadari mood kita hari ini adalah sesuatu yang sebenarnya kita pilih. Terdengar naif tapi terkadang aku tidak mengerti mengapa terkadang kita merasa bahwa kita tidak punya pilihan lain? walaupun kita sebenarnya tahu bahwa cakrawala terbentang luas di hadapan kita. Kenapa ada yang memilih untuk mati, dibandingkan hidup dengan bebas? mengapa ada yang memilih untuk menghilangkan nyawa orang lain? mengapa ada yang memilih untuk tetap setia walaupun cinta nya tidak terbalas atau bahkan berkali-kali dikhianati? Memang terkadang orang luar (nihinggo: gaijin) hanya dapat melihat dengan kacamata hitam-putih yang rasional.Apapun pilihannya selama kita menentukannya dengan bebas dan tanpa tekanan dari pihak manapun kurasa masih dapat memberikan kepuasan, karena seperti kata orang tua dulu "Hidup itu mudah... kau membuat pilihan dan tak melihat kebelakang." Memang tidak semudah yang terdengar tapi kurasa pendapat ini ada benarnya. Tidak perlu takut untuk membuat pilihan, yang diperlukan adalah proses berpikir yang menyadari akan konsekuensi logis yang akan dihadapi, walau terkadang akal manusia ada batasnya sehingga mereka melakukan berbagai cara untuk mencari kepastian dalam memilih. Ada yang berlari ke cenayang, melakukan meditasi, atau kegiatan-kegiatan spiritual, semuanya tergantung pada pilihan sang pemilih. Sungguh lucu ketika menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu adalah kegiatan memilih yang terkadang tidak kita sadari dan kita lakukan secara otomatis karena rutinitas yang kita lakukan setiap harinya memupuskan kepekaan kita.....
Posted at 09:32 pm by Yuki
Thursday, March 23, 2006
Ketuaan adalah kepastian, Kedewasaan adalah pilihan
Kutipan yang satu ini selalu menggelitik relung-relung kalbu saya dan membuat saya berefleksi apakah saya benar-benar sudah dewasa? Atau hanya sekedar tua? Apakah dewasa berarti tidak boleh bersifat kekanakan? Apa yang akan terjadi jika saya memilih untuk tidak dewasa? Salahkah? Bagaimana menghadapi ketidaksiapan menjadi tua? Kemarin ketika mendengar lagu Shirley Eikhard, Emily Remembers, saya tertegun. Lagu yang mengalun merdu itu dibuat untuk menceritakan tentang wanita yang menderita penyakit Alzheimer. Dikisahkan Emily mengingat saat-saat indah yang berkesan tetapi dia lupa akan orang-orang terdekatnya. Yang dia ingat hanyalah saat-saat indah ketika ia sendirian. Tak terasa saya meneteskan air mata karena saya mengingat Nenek saya yang sudah mulai pikun dan diindikasikan terkena penyakit mematikan itu. Saya tahu bahwa setiap orang yang dipanjangkan umurnya akan mengalami berbagai keterbatasan dalam mengingat, melihat, dan mendengar. Ya, ini adalah hal yang sangat wajar tetapi tetap saja saya tidak siap menghadapi bila tiba-tiba saya mendapati Nenek yang saya cintai tidak ingat lagi siapa saya.
~.She forgot how much she loves me...and I remember it for her~ -Emily remembers,Shirley Eikhard
Mengingat hidup yang sangat singkat ini terasa begitu lambat ketika kita dirundung duka membuat saya tersadar bahwa begitu banyak hal yang seharusnya tidak dan belum saya lakukan. Terdengar klise tetapi terkadang banyak orang yang memandang takdir secara dangkal, bahwa orang-orang yang kita kasihi sudah takdirnya diciptakan untuk kita karena itu mereka tidak akan pergi atau terlepas dengan sendirinya,sampai-sampai kita lupa bahwa kita pun punya kewajiban untuk mempertahankan mereka . Dan setelah kita kehilangan mereka barulah kita sadar bahwa segalanya sudah terlambat. Bahwa sesuatu yang berharga baru disadari setelah kita kehilangan hal yang berharga itu, hal ini terkadang adalah satu hal yang tak terbantahkan. Sebelum saat itu tiba saya rasa kita merenung dan bergerak! mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk kita memberikan hak-hak yang telah kita lalaikan. Saat ini, detik ini, selagi saya masih dapat mengatakannya, saya ingin menyampaikan rasa cinta saya kepada semua orang yang saya kasihi dan yang pernah mengasihi saya, orang-orang yang telah menginspirasikan saya untuk terus berjuang memperbaiki diri, orang-orang yang mungkin tidak sadar betapa mereka telah mengubah hidup saya, tidak mengetahui betapa saya menyayangi mereka karena kelalaian saya dalam menyampaikan rasa sayang saya. Saya sadar saya bukanlah siapa-siapa dan tidak dalam rangka apapun, tetapi saya ingin minta maaf sebesar-besarnya dan mengatakan I Love You All! dan jika tiba saatnya bagi saya untuk dilupakan maka saya akan mencoba menerimanya dengan lapang dada tetapi selama saya masih dapat mengingat kalian saya akan selalu mengikat kalian dalam simpul do'a di dalam hati saya. Dan bagi siapapun yang telah membaca tulisan ini. Siapapun anda...Domo arigatou gozaimasu. Semoga Tuhan memberkati dan memberi anda ingatan serta kekuatan untuk mempertahankan dan melindungi orang-orang yang anda kasihi.
Posted at 02:05 pm by Yuki
Sunday, December 11, 2005
"Eyelashes, ngono, lho..."
Saat kegerahan di dalam bus kota yang sesak dengan asap rokok yang semakin membuat pengap, aku yang masih kerepotan membenahi payung bengkokku --yang terus menetesi ujung sepatuku dengan sisa-sisa air hujan dari kain parasutnya-- tiba-tiba memikirkan sesuatu yang aneh. Aneh, karena pada suasana seperti itu bisa-bisanya hal itu terlintas di kepalaku, nyelak begitu saja ke dalam antrean "hal-hal yang lebih penting untuk kupikirkan".
Aku memikirkan bulu mata. Begitu saja teringat, bulu mata panjang yang lentik; yang jika ia tersenyum, sebagian matanya seakan terhalang oleh ujung-ujung bulu matanya itu.
Bener, 'kan? Nggak penting banget!
Tapi memang itu yang tiba-tiba terlintas di kepalaku saat itu. Sambil merasakan kontras antara suasana gerah dan pengap di dalam bus dengan selintasan udara dingin dan basah dari cuaca berhujan di luar, di kepalaku terus terlintas ingatan-ingatan tentang bulu mata. Bulu matanya, persisnya.
Ia menatap takjub melewati tirai bulu mata itu. Bulu matanya melindungi matanya ketika ia nyureng karena silau oleh terik yang tidak biasa ia rasakan. Dan saat ia tersenyum, bulu matanya yang mengerjap sekilas membuat matanya seolah ikut menyunggingkan senyum.
-- -- --
Angin Pagi
(Sapardi Djoko Damono)
merendah angin pagi yang dingin
Suara yang dingin
surya yang masih juga Hidup aliasnya
memijar, berpijar-pijar di antara bulu-bulu mata
Posted at 12:13 pm by Ame
Tuesday, November 22, 2005
Pernahkah Kau Rasakan
Pernahkah kau rasakan...
Rindu yang sangat kala ia tak tampak, tetapi hilang seketika ketika ia melintas?
Pernah kah kau rasakan...
Kepiluan yang sangat ketika ada yang mengambil hak yang tak pernah kau miliki?
Pernahkah kau rasakan...
Ketika menonton tidak lagi mengasyikkan dan hasrat untuk menjerit dan bergerak tak dapat tersalurkan?
Pernahkah kau rasakan...
Ketika rasa tiada lagi berasa?...
Posted at 07:51 pm by Yuki
Thursday, October 27, 2005
Ever been suprised by a kid who said "Mom, can I have a vasectomy surgery when I grow up?" simply because he hates dealing with his younger "friends" ?
Nope?
Well... me either,I just telling u what I red in "About a Boy" , and now I'm talking about a bloody vasectomy that I just red in Prospect magz. I'm not trying to seduce you to boicott vasectomy surgery, I think this is part of man benevolent toward woman *grin. But just want to warn you guys, better be carefull, this ain't easy as it sounds. Well you know they said in the broschure about the safe, simple, and effective stuff, but *laugh only a moron believe one hundred person with this statement. A so-called-victim in this magz said that he had to suffer more than 5 month with the pain, and yeah...with the bloody things also (gee..I hate bloods!). But the idea vasectomy it self, for me is great! why?
u tell me?!
Posted at 06:07 pm by Yuki
Tuesday, September 13, 2005
Kata siapa, hati perempuan itu sulit ditebak?
Sebenarnya, hati perempuan begitu sederhana!
Perempuan itu bodoh, mudah diperdaya...
Cuma laki-laki yang lebih bodoh, yang tidak mampu merebut hati mereka.
BO... DOH...
Siapa, sih, yang bilang kalau hati perempuan itu terlalu berliku?
Wong gampang banget, koq, buat cari jalan keluarnya!
Heran, masih ada aja yang nyasar pas berusaha bebas dari perangkap, eh... pesona perempuan.
Aduuh...
Jangan buat semuanya rumit, deh!
"'Gitu aja, koq, repot?" celetuk salah satu mantan presiden.
"..."
Please, perempuan itu sendiri pasti juga sudah bingung.
Posted at 12:56 pm by Ame
Ku tak tahu kenapa merindu...
Tergagap gugup di ruang tunggu.
Sapardi Djoko Damono (Sonet:Y)
Menunggu mungkin dapat menjadi sesuatu pekerjaan yang sangat membosankan, di sisi lain dapat menjadi adegan yang mendebarkan, menegangkan, atau melelahkan. Semuanya tergantung dari situasi dan kondisi yang ada di hadapan. Menunggu adalah rangkaian proses dalam kehidupan yang pasti kita lewati. Proses ini yang pada akhirnya memberikan kita pelajaran yang sangat berharga. Seperti ketika kita berada di dalam ruang tunggu yang kadang kosong, tetapi kadang penuh. Kita dapat menemukan berbagai makna yang tak akan bisa di dapatkan jika kita tidak menunggu di ruang tunggu tersebut, karena memang tidak akan ada yang sia-sia kecuali kita berpikir begitu.
Terdapat energi yang sangat besar dibalik penantian, walaupun masa penantian itu mungkin terasa sangat menyiksa karena selalu ada perasaan yang berteriak ingin segalanya segera dihentikan, ingin segera terpenuhi kebutuhannya ,tapi itulah manusia, yang pada hakikatnya selalu tergesa-gesa dan ingin segalanya selesai dengan cepat. Karena itu menunggu mengajarkan manusia untuk bersabar, berlapang dada, mengendalikan diri, dan memiliki budaya malu. Menunggu adalah mengambil jeda sesaat sebelum akhirnya melanjutkan napas hidup.
Sayangnya diibalik kekuatan menunggu yang dahsyat ini, kata menunggu sekarang sudah banyak dijadikan alasan untuk menutupi borok-borok manusia yang tidak bertanggung jawab. Menjadi alasan untuk berleha-leha, bermalas-malasan, melepas andil. Betapa banyak korban-korban yang lugu yang menunggu tapi tak pernah mendapat jawaban. jangankan mendapatkan apa yang dinanti, pesan pun belum tentu tersampaikan. Menunggu telah kehilangan kekuatannya, yang ada hanya rasa pesimisme yang membuncah, perasaan kecewa, takut, skeptis. Mungkinkah masih terasa pengaruh positif dari menunggu? masihkah tersimpan hikmah di balik penantian dan kesetiaan. Mungkinkah masih ada yang mau menunggu di tengah arus pergerakan yang semakin deras?
Mungkin kita perlu merubah konsep menunggu, menunggu bukan berarti duduk diam, tenang, pasif, stagnan. Tetapi menunggu bisa dijadikan sarana pengumpulan kembali kekuatan kita yang sudah mulai berserakan, penyusunan strategi yang matang sampai pada satu titik klimaks kita siap menemui atau melaksanakan apa yang kita tunggu-tunggu. Apapun atau siapapun yang kita tunggu tidak akan menghentikan langkah kita untuk bergerak, karena hidup di dunia yang begitu singkat ini, adalah masa tunggu kita menuju kehidupan berikutnya.
Posted at 11:07 am by Yuki
|
|
|